Ara Media Indonesia – Muhammadiyah terus memperkuat gerakan dakwah di era digital melalui pengukuhan dan Bimbingan Teknis Forum Dai Digital Muhammadiyah (Fordigimu) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu-Ahad, 23-24 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dai muda yang mampu berdakwah secara efektif di ruang digital.
Sebanyak 35 peserta terpilih mengikuti kegiatan tersebut setelah melalui proses seleksi ketat dari sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah Indonesia. Para peserta sebelumnya mengikuti tahapan seleksi administrasi, pengumpulan karya dan wawancara.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchammad Arifin, S.Ag., M.Ag., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa dakwah digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijawab oleh Muhammadiyah di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Baca juga: Geopolitik Dunia Modern: Ketika Aliansi Global Tak Lagi Sekadar Soal Perang
“Hari ini teknologi berkembang dengan sangat cepat, maka dakwah juga harus mampu berkembang mengikuti zaman. Ketika masyarakat bergerak ke dunia digital, dakwah juga harus hadir di sana. Karena itu, kehadiran dai digital ini menjadi sangat penting untuk membawa nilai nilai Islam yang mencerahkan di tengah arus informasi,’’ tegasnya.
Menurut Arifin, ruang virtual telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Gawai tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana belajar, berdiskusi, mencari informasi, hingga membentuk cara pandang masyarakat modern.
“Dakwah era virtual menjadi sebuah keharusan karena gadget telah menjadi kebutuhan primer masyarakat modern” tambahnya.
Baca juga: Ibu Marsiyah dan Makna Kesabaran, Haji dari Hasil Jualan Jenang
Ketua Fordigimu, Kamarul Zaman, S.E., M.Ak., mengatakan bahwa dakwah digital menjadi salah satu fokus pengembangan dakwah Muhammadiyah di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Media sosial, kini telah menjadi ruang interaksi utama masyarakat sehingga dakwah perlu hadir dengan pendekatan yang lebih kreatif, komunikatif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi digital.
“Peserta yang hadir hari ini adalah peserta pilihan yang telah melalui proses seleksi dari ribuan pendaftar. Hal ini menunjukkan bahwa semangat dakwah digital di kalangan generasi muda Muhammadiyah tumbuh sangat luar biasa,” katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Majelis Media dan Komunikasi (Medkom) PP Muhammadiyah serta praktisi dakwah digital nasional yang memberikan penguatan materi selama dua hari. Materi yang diberikan meliputi strategi dakwah digital, pengelolaan media sosial, hingga produksi konten kreatif yang mampu menjangkau masyarakat luas.
Direktur Pesma KH Mas Mansyur UMS, Muawaroh, M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor UMS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai penguatan kapasitas dai digital sangat relevan dengan kebutuhan dakwah pada era transformasi digital saat ini.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik ini. Apa yang dilakukan LDK PP Muhammadiyah merupakan langkah yang sangat baik dan perlu didukung bersama. Dakwah digital menjadi kebutuhan penting saat ini sehingga penguatan kapasitas dai di ruang digital sangat relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Salah satu peserta, Muhamad Kholis asal Yogyakarta, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut, khususnya dalam pengelolaan media social dan penyampaian dakwah yang kreatif serta mencerahkan.
Baca juga: Indonesia dan Tantangan Mata Uang Internasional: Antara Ambisi Rupiah dan Realitas Geopolitik Global
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi generasi muda Muhammadiyah untuk memperkuat kapasitas dakwah di era digital, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan penyampaian dakwah yang kreatif serta mencerahkan.
“Kami siap bersinergi bersama Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah digital ke depan agar mampu menghadirkan konten-konten positif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berharap para dai muda mampu menjadi wajah dakwah Islam berkemajuan di ruang digital. Selain aktif memanfaatkan media sosial, mereka diharapkan dapat menjadi penggerak dakwah yang menghadirkan pesan Islam yang santun, mencerdaskan, dan mencerahkan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Penulis: Muhammad Kholis
MEMBANGUN KEPRIBADIAN DAI Dari Pondasi Ruhiyah Menuju Kematangan Dakwah | Amin Zubaedi, M.Pd
Arsip yang Menolak Sampai | Mutiara Ariska




