Buku ini mengkaji kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris siswa di tingkat SMP di Kabupaten Cermin Nan Gedang, sebuah wilayah pedesaan dengan paparan bahasa Inggris di luar kelas yang terbatas. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran melalui kerangka kerja Target Situation Analysis (TSA), Present Situation Analysis (PSA), dan Learning Situation Analysis (LSA), studi ini mengungkap tujuan belajar siswa, tingkat kemampuan, kesulitan, dan preferensi, serta kesenjangan antara kebutuhan siswa dan praktik pembelajaran di kelas. Buku ini juga membahas tanggapan guru terhadap implementasi Kurikulum Independen dan memberikan kontribusi teoritis serta rekomendasi praktis bagi guru, pengembang kurikulum, dan peneliti untuk merancang pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual, responsif, dan inklusif.